Siyangku

Archive for September, 2011|Monthly archive page

The Day Has Come!

In Gawe-an on 23 September 2011 at 8:50 am

Ini hari yang saya nantikan, sekaligus saya hindari.  Sidak SuDinaKer ke kantor.

Jreng jreng!! Apa lacur kantor saya ini belum siap untuk disidak bapak Dinaker yang terhormat, tapi saya juga pingin , beneran pingin ngurusin hal beginian.  So, let’s see how far will the completion effort go??

I absolutely get up excited about these things!! Bismillah!

Well,, How much is it??

In Quote Of The Day on 23 September 2011 at 6:17 am


(In a radio talkshow)

Doctor Marcia Fieldstone: “Tell me what was so special about your wife? “

Sam Baldwin: “Well, how long is your program? Well, it was a million tiny little things that, when you added them all up, they meant we were supposed to be together…”

SUKAAAAA SUKA SUKA SUKA LINE ITU!!

diambil dari line Sleepless in Seattle

Tumis Buncis dan Telur Dadar BebeK

In Masak-masakan on 15 September 2011 at 8:26 am

Kenalan sedikit-sedikit dulu ya. Saya ini sejak lulus SD sampai sekarang, (20+ years old) selalu merantau dan keterusan ngerantau di ibukota ga balik-balik. Balik sih kalo lebaran, liburan, atau kalo emang lagi pengen balik dan ada ongkosnya.  Sebelum ngerantau, waktu dirumah, mama ga pernah dikasih ijin nimbrung kedapur kecuali buat ngambil piring ma gelas. Kata mama kalo saya didapur cuma gangguin mama doang, (Alhamdulillah klo gtu *kesenengan)

Jadilah saya, yang tidak bisa masak apapun kecuali indomi yang STD BGT. Tapi kalo ngupas bawang, bersihin sayur, bisa doong gitu doang mah gampiiill!!

Nah, gara-gara nonton Masterchef Australia (Yess, I love this show soo much, this version I mean. They have the adorable duo chefs!! Here they are)Lovely George & Garytangan kaki mata jadi pada gatel pingin punya dapur sesegera mungkin dan dalam waktu sesingkat-singkatnya! Jadilah saya pakai dapur umum punya ibu kos sementara waktu sampai nanti suami (yang saat ini masih jadi pacar, ngasih dapur beneran *uhukhukk)

Dibenak saya sudah muncul ide untuk masakin Tumis Buncis Bakso untuk pacar, *untuk seterusnya kita panggil dia Bernard. Si Bernard ini pernah request berberapa kali,

  • Bernard: “ntar klo kamu dah bisa masak, masakin Tumis Buncis Bakso ya”

Drew B: “iya, gampang”

  • Bernard: “Yang, kalo mau belajar masak, Tumis Buncis Bakso dulu ya, gampang kok..blablablaba”

Drew B: “Tenang aja, bisa kok” *mulai ragu mangnya bisa?

Akhirnya, jumat kemarin berhasil meneguhkan niat untuk bikin Tumis Buncis Bakso, langsung sms mama Bernard (biar si mamah tau klo calon mantunya usaha buat masak) minta resep Tumis Buncis Bakso, yang detail ya ma.

Langsung deh tu dibales sm si mamah Bernard, resepnya adalah.. “Bawang putih, Bawang merah, tomat, gula, garam, penyedap rasa, buncis, bakso. Trus tumis bawang putih dlu bru bawang merah bakso, buncis tomat kasih garam gula penyedap rasanya. Selamat masak”

CANGGIH!!! Untuk koki sekelas saya, resep ini terlalu canggih teman. *lutut lemes

Akhirnya nyolong-nyolong jam kerja, saya googling deh resep-resep Tumis Buncisnya. Dapat beberapa resep, saya baca satu persatu, sembari membayangkan kondisi nyatanya kalo saya yang masak. Trus terakhir saya rangkum jadi satu resep hasil comotan sana-sini. Oya baksonya diganti tahu kuning, soalnya kurang sreg aja kalo pake bakso :p

Ini resepnya:

Bahan-bahan:

  • 250gr buncis, iris serong (tapi saya nitipnya buncis Rp3000,- aja sama ibu kos)
  • 3 Potong tahu kuning, potong dadu
  • 1bh cabe merah, iris serong (Bernard kurang suka pedas)
  • 2siung bawang putih iris tipis
  • 4bh bawang merah, iris tipis
  • Garam dan gula pasir secukupnya (Se”awur-awurnya” tangan saya, kira2 ½ sdt garam, 1 sdm Gula)
  • Penyedap rasa (Saya pakai kaldu ayam instan ½ sdt)
  • Tomat (Saya ga pakai juga, kurang suka tomat dimakanan berkuah)
  • 1sdm margarine untuk tumisan

How to?

  • Tumis bawang putih menggunakan margarine hingga harum, terus masukkan bawang merah, cabe, aduk sebentar.
  • Masukkan buncis, tahu, garam, gula, dan kaldu ayam. Kasih sedikit air bila perlu
  • Masak hingga matang, tapi jangan sampai buncisnya layu
  • Hidangkan

Terus tambahan lauknya saya masakin Telur dadar, telurnya saya pakai telur bebek kebetulan dikasih oleh-oleh sama keluarganya Bernard yang baru mudik dari kampung halaman.

Bahannya ga neko-neko:

  • Telur bebek 1 butir
  • 1 batang daun bawang (Bernard suka daun bawang kalo di telur dadar)
  • 1 bh Cabe merah
  • Garam gula sesuai selera
  • 1 sdm margarine

How to?

  • Campur semua bahan kecuali margarine, kocok agak lama
  • Panaskan wajan, dan margarine tunggu hingga margarine leleh dan panas (sampai asapnya keluar)
  • Goreng adonan telur, segera kecilkan apinya
  • Masak hingga matang atau sesuai selera, kalau saya dan Bernard sukanya telur dadar yang masih ¾ tingkat kematangannya, jadi tidak terlalu kering
  • Sajikan

Selesai lah menu sabtu siang ini. Waktu Bernard sampe dikos, saya kasih makan ini deh. Dan Bernard sukaaa! Dia terharu, begitupun saya. oya mama papa saya juga terharu, waktu saya certain masakan ini hahahaa! J

Perut kenyang hatipun senang, lanjut jalan-jalan wiken!

Belajar Mengudara

In Uncategorized on 15 September 2011 at 5:57 am

Akhirnya saya mencoba untuk menulis, bukan untuk kepentingan siapa-siapa, hanya agar saya menulis.  Sukur-sukur Alhamdulillah kalau bisa bermanfaat bagi yang lain.

Blog ini nantinya akan saya isi coret-coret dengan apa aja, iya APA AJA!  Yang penting saya nulis, terus saya posting 😀 (Moga bisa rajin terus nulisnya) amiiiiinn,,,,

“At the end, it’s your choice either take it or leave it guys, have a great day for all of you!!”